SIDOARJO | ripost.id – Gelaran perayaan satu abad NU di Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2) berlangsung sukses. Acara yang dihadiri lebih dari dua juta hadirin tersebut termasuk berhasil dalam pengendalian situasi, baik pra maupun pasca pelaksanaan. Termasuk penanganan kebersihan.

Panitia Harlah 1 Abad NU sendiri sejak awal sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk pengendalian kebersihan lingkungan sekitar dengan mengerahkan relawan pembersih sampah yang dinamakan Pasukan Semut.

Selain anggota PMII, terlibat juga dalam aksi ini, ratusan santri dari beberapa pesantren yang sukarela membantu Aksi Jagad Bersih. Seperti yang dilakukan oleh PMII Ciputat, yang jauh-jauh dari Ibu Kota khusus berkhidmat melakukan Aksi Jagat Bersih. Berkekuatan 100 personel yang dibagi menjadi lima kelompok, mereka melakukan aksi bersih-bersih di sekitar stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (8/2) pagi.

Ketua IKA PMII Cabang Ciputat, H Ali Ghozi kepada media ini mengatakan, sampah adalah salah satu persoalan penting dalam setiap event besar yang harus segera diatasi.

“Untuk berkhidmat satu abad NU, kami dari PMII Ciputat mengerahkan sekitar 100 personel untuk terlibat langsung membersihkan sampah-sampah yang tertinggal dari kegiatan kemarin,” ujar ali Ghozi.

“100 personel yang kami kerahkan pagi ini dibagi menjadi lima kelompok yang diikoordinasikan oleh Muhammad Syamsul Falah, Ma’ruf Ansori, Maulana Azka, Ufid Faidzul Barokat, dan Khairul Umam. Selain anggota PMII, terlibat juga dalam Aksi ini, ratusan santri dari beberapa pesantren yang sukarela membantu Aksi Jagad Bersih ini,” tambahnya.

AKSI: Sejumlah personel PMII Ciputat sedang melakukan aksi bersih-bersih di sekitar stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (8/2) pagi.

Ditanya tentang ide terjun sebagai pasukan pemungut sampah, Ali Ghozi mengatakan bahwa Aksi Jagat Bersih juga diambil dari slogan NU Satu Abad Merawat Jagat.

“Jadi, aksi kami ini sesuai juga dengan slogan Satu Abad Merawat Jagat Membangun Peradaban. Sahabat-sahabat kami ajak memunguti sampah yang tersisa. Kami kumpulkan dan masukkan kantong sag, lalu diangkut oleh truk tim kebersihan untuk dibuang ke pembuangan akhir. Kami mengambil tanggung jawab kecil ini, supaya Kota Sidoarjo sebagai tuan rumah juga tetap terjaga kebersihannya,” pungkasnya. rps